Sabtu, 03 Oktober 2020

MANUSIA, PERUBAHAN DAN KEBERLANJUTAN



Selain membahas manusia atau masyarakat, sejarah juga melihat hal lain yaitu waktu. Waktu menjadi konsep penting dalam ilmu sejarah. Sehubungan dengan konsep waktu, dalam ilmu sejarah menurut Kuntowijoyo (2001: 14-15) antara lain :

1.    Perkembangan

2.    Kesinambungan

3.    Pengulangan

4.    Perubahan

Disebut mengalami perkembangan apabila dalam kehidupan masyarakat terjadi gerak secara berturut-turut dari bentuk yang satu ke bentuk yang lain. Perkembangan terjadi biasanya dari bentuk yang sederhana ke bentuk yang kompleks. Misalnya adalah perkembangan demokrasi di Amerika yang mengikuti perkembangan kota. Pada awalnya masyarakat di Amerika tinggal di kota-kota kecil. Di kota-kota kecil itulah tumbuh dewan-dewan kota, tempat orang berkumpul. Dari kota-kota kecil mengalami proses menjadi kota-kota besar hingga menjadi kota metropolitan. Di sini, demokrasi berkembang mengikuti perkembangan kota (Kuntowijoyo 2001:14)

Kesinambungan terjadi bila suatu masyarakat baru hanya melakukan adopsi lembaga-lembaga lama. Misalnya pada masa kolonial, kebijakan pemerintah kolonial mengadopsi kebiasaan lama, antara lain dalam menarik upeti raja taklukan, Belanda meniru raja-raja pribumi (Kuntowijoyo 2001: 15)

Sementara itu disebut pengulangan apabila peristiwa yang pernah terjadi di masa lampau terjadi lagi pada masa berikutnya, misalnya menjelang presiden Soekarno jatuh dari kekuasaannya pada tahun 1960-an banyak terjadi aksi dan demonstrasi, khususnya yang dilakukan oleh para mahasiswa. Demikian halnya menjelang presiden Soeharto jatuh pada 1998, juga banyak terjadi aksi dan demonstrasi.

Sedangkan dikatakan perubahan apabila dalam masyarakat terjadi perkembangan secara besar-besaran dalam waktu yang relatif singkat. Perubahan terjadi karena adanya pengaruh dari luar. Misalnya gerakan nasionalisme di Indonesia sering dianggap sebagai kepanjangan dari gerakan romantik di Eropa. Berhubungan dengan konsep waktu ini lah dikisahkan kehidupan manusia pada masa lalu. Masa lalu merupakan sebuah masa yang sudah terlewati. Namun, masa lalu bukanlah suatu masa yang terhenti dan tertutup. Masa lalu bersifat terbuka dan berkesinambungan sehingga dalam sejarah, masa lalu manusia bukan demi masa lalu itu sendiri. Segala hal yang terjadi di masa lalu dapat dijadikan acuan untuk bertindak di masa kini dan untuk meraih kehidupan yang lebih baik di masa datang. 

Materi Tambahan

Cicero, seorang filsuf Romawi mengungkapkan bahwa barang siapa yang tidak mengenal sejarahnya akan tetap menjadi anak kecil. Kemudian sejarawan Sartono Kartodirdjo menambahkan barangsiapa yang lupa sama sekali akan masa lampaunya dapat diibaratkan seperti mereka yang sakit jiwa (Kartodirdjo 1992:23). Kedua ungkapan tersebut benar adanya. Seperti yang disebutkan oleh Sartono Kartodirdjo bahwa mereka yang lupa akan masa lampaunya itu telah kehilangan identitas dan oleh karena itu dapat membahayakan masyarakat di sekitarnya. Hal itu disebabkan karena kelakuannya yang mungkin sudah tidak menentu dan terlepas dari norma-norma atau nilai-nilai hidup yang berlaku di masyarakat (Kartodirdjo 1992:23).

Peristiwa sejarah yang terjadi adalah sebuah perubahan dalam kehidupan manusia. Sejarah mempelajari aktivitas manusia dalam konteks waktu. Perubahan yang terjadi pada masa lalu mempengaruhi kehidupan masa kini. Perubahan tersebut meliputi berbagai aspek kehidupan manusia seperti sosial, politik, ekonomi, dan budaya. Masa lalu merupakan masa yang telah dilalui oleh suatu masyarakat selalu berkaitan dengan konsep-konsep dasar berupa waktu dan ruang.

 Jika dikaitkan dengan sejarah, hakikat sejarah adalah mengkaji peristiwa masa lalu (konsep waktu) kehidupan manusia dalam segala aspek (konsep manusia), yang terjadi pada ruang geografis (konsep ruang). Pengkajian tersebut untuk emngkaji perubahan dan perkembangan (konsep perubahan), tidak hanya pada cara hidup manusia, melainkan pada perubahan manusia secara fisik dan kurun waktu tertentu yang berkesinambungan (konsep kontinuitas) sehingga dapat dijadikan perdoman bagi kehidupan dan cita-cita masa depan.

Share:

MANUSIA BERKELANJUTAN

         1.  Hakikat dan ruang Lingkup Sejarah

a.       Sejarah sebagai ilmu

Sejarah dikatakan sebagai ilmu, apabila sejarah memiliki syarat-syarat dari suatu ilmu, yakni :

Ø Masalah yang menjadi objek kajian sejarah adalah kejadian-kejadian di masa lalu yang menimbulkan perubahan dalam kehidupan manusia, kejadian-kejadian itu merupakan hubungan sebab akibat.

Ø Metode sejarah adalah cara menangani bukti-bukti sejarah dan menghubungkannya serta memastikannya dengan bukti tentang asal usul.

Ø Kisah sejarah disusun dengan sistematis, berdasarkan tahun kejadian dan peristiwa yang mengawalinya.

Ø Kebenaran fakta sejarah diperoleh dari penelitian sumber sejarah yang dikumpulkan dengan menggunakan rasio.

Ø Kebenaran fakta sejarah adalah objektif, karena dalam menyusun kisah sejarah harus berdasakan fakta yang ada.

b.        Sejarah sebagai fakta dan peristiwa

Sejarah sebagai peristiwa menyangkut kesadaran manusia yang bersejarah dan menyejarah. Bersejarah, artinya manusia memiliki sejarah. Menyejarah, artinya hanya manusia yang dapat membuat sejarah. Sehingga keberadaan teorinya mengandung beberapa hal berikut :

Ø Sejarah dipahami sebagai sesuatu yang telah berlaku

Ø Cerita tentang sesuatu yang yang telah berlalu yang dialami oleh manusia

Ø Keseluruhan pengetahuan sekitar waktu lampau manusia mengenai problematika tertentu dan mengenai masyarakat tertentu

c.         Sejarah sebagai kisah

Sejarah sebagai kisah merupakan sebuah narasi yang disusun berdasarkan ingatan, kesan atau tafsiran manusia tentang kejadian atau peristiwa yang terjadi pada masa waktu yang lampau. Oleh karena itu, sejarah sebagai kisah dapat saja bersifat subjektif. Subyektivitas itu dapat muncul karena diceritakan oleh seseorang.  Pengaruh kepribadian, emosi, kepentingan, nilai yang diperjuangkan kelompok sosial dimana ia berada, dan pengetahuan yang dimiliki dapat menjadi faktor-faktor yang mempengaruhi penuturan atau kisah yang ditulisnya.

d.        Sejarah dikatakan sebagai seni

Sejarah sebagai seni muncul pada saat masa Herodotus. Pada abad ke- 17 sejarah merupakan cabang dari sastra karena itu dianggap sebagai seni. Disebut demikian karena seseorang akan merasa senang dan terhibur apabila penulisan sejarah menggunakan bahasa yang indah, komunikatif, dan menarik sehingga tidak membosankan dan isinya dapat dimengerti.

e.         Sejarah dikatakan sebagai mitos

Mitos bukan sejarah tetapi mitos-mitos memiliki kegunaan sendiri. Mitos merupakan bagian dari budaya dan dapat menjadi kekuatan sejarah oleh karena itu layak mendapat perhatian. Mitos boleh dianggap sebagai peristiwa sejarah yang harus selalu diingat dan diingatkan, sebagai pelajaran dan alat pemersatu. Namun jangan mencampuradukannya dengan sejarah dan ingatan. Sejarah memang tidak ada dengan sendirinya. Sejarah adalah hasil dari sebuah usaha untuk merekam, melukiskan dan menerangkan peristiwa di masa lalu.

2.      Kajian Ilmu Sejarah

Obyek kajian ilmu sejarah antara lain :

a.       Sejarah Sosial merupakan setiap gejala sejarah yang memanifestasikan kehidupan sosial suatu komunitas atau kelompok. Contoh : Pemberontakan petani Banten tahun 1888 oleh Prof. Sartono Kartodirdjo.

b.      Sejarah Politik dalam historiografi barat lazim disebut sejarah konvensional. Kajiannya berhubungan dengan struktur kepemimpinan, peranan elit, jaringan politik. Ciri menonjol dalam sejarah ini adalah deskriptif naratif.

c.       Sejarah Mentalitas memiliki cakupan luas.Garapan utamanya adalah mentifact yang mencakup ide, ideologi, orientasi nilai, mitos, serta segala struktur kesadarannya. Semua ini untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan faktor apa yang mendorong terjadinya suatu peristiwa.

d.      Sejarah Intelektual mempelajari ide-ide yang pernah berkembang dan berpengaruh  dalam kehidupan masyarakat. Ide-ide tersebut terdapat dalam filsafat, sejarah, kesusastraan, seni lukis, patung, arsitektur, musik, pendidikan. Kajian sejarah intelektual berupa kajian ideologi politik seperti kapitalisme, liberalisme, komunisme, sosialisme.

e.       Sejarah Ekonomi adalah cabang sejarah yang paling sesuai dengan teknik-teknik kuantitatif sehingga dianggap sebagai sains atau ilmu sosial. Substansi materi sejarah ekonomi yaitu produksi barang dan jasa, pekerjaan, penghasilan, harga yang dapat diukur (dihitung). Ada dua aliran dalam sejarah ekonomi modern yaitu mazhab Prancis Annales dan sejarah ekonomi baru.

f.        Sejarah Agraria mencakup sejarah pertanian, sejarah petani, sejarah pedesaan.

g.      Sejarah Kebudayaan melingkupi ruang lingkup yang luas. Semua bentuk manifestasi keberadaan manusia berupa bukti dan saksi seperti artifact (fakta benda), mentifact (fakta mental-kejiwaan) dan sociofact (fakta atau hubungan sosial) termasuk dalam kebudayaan. Semua perwujudan berupa struktur dan proses kegiatan manusia menurut dimensi ideasional, etis, dan estetis adalah kebudayaan.   Sejarah Maritim

i.        Sejarah Geografi

j.        Sejarah Militer

k.      Sejarah Perempuan

l.        Sejarah Diplomatik

m.    Sejarah Pendidikan

n.      Sejarah Ilmu Pengetahuan

 

3.      Guna Sejarah

a.       Pengertian guna intrinsik dan guna ekstrinsik sejarah

1)      Guna intrinsik sejarah

Secara intrinsik, sejarah itu berguna sebagai pengetahuan. Seandainya sejarah tidak berguna secara intrinsik, yang berarti tidak ada sumbangannya di luar dirinya, cukuplah dengan nilai-nilai intrinsik.

2)      Guna ekstrinsik sejarah

Sejarah dapat digunakan sebagai liberal education untuk mempersiapkan mahasiswa supaya siap secara filosofis, tidak saja untuk yang akan belajar di Jurusan Sejarah.

b.      Macam-macam dan pengertian kegunaan intrinsik sejarah

Setidaknya ada empat macam guna sejarah secara intrinsik, yaitu :

1)      Sejarah sebagai ilmu

2)      Sejarah sebagai cara mengetahui masa lampau

3)      Sejarah sebagai pernyataan pendapat

4)      Sejarah sebagai profesi.

c.    Macam-macam dan pengertian kegunaan ektrinsik sejarah

     Secara umum sejarah mempunyai fungsi pendidikan, yaitu sebagai berikut :




Share:

BTemplates.com

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog